Mari kita Berkawan

December 17, 2009

Penghalang-Penghalang dalam Menuntut Ilmu



Ilmu adalah cahaya yang dikaruniakan Allah kepada manusia. Tidak diragukan lagi kedudukan orang yang berilmu disisi Allah adalah lebih tinggi beberapa derajat. Hanya orang-orang yang berilmu & berakal lah manusia dapat memahami kebesaran Allah melalui penciptaan alam semesta beserta segala isinya.

Demikian mulia kedudukan orang yang berilmu sehingga Rasulullah meriwayatkan dalam sebuah hadis :

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu maka Allah mudahkan jalannya menuju syurga. Sesungguhnya malaikat akan membuka sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar, tidak juga dirham, Yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yangmengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bahgian yang paling banyak. (1)

Siapa kah orang yang tidak mau di doakan oleh malaikat dan makhluk-makhluk Allah yang ada di bumi?? Sungguh hal tersebut adalah suatu kemuliaan yang besar.

Seperti kata pepatah “No pain, no gain” (tidak ada yang akan kita dapatkan tanpa pengorbanan) , maka untuk mencapai kemuliaan yang bernama ilmu itu pasti ada cubaan yang harus kita hadapi..

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menghalangi sampainya kemuliaan ilmu kepada seseorang :

1. Niat yang rosak

Niat adalah dasar dan rukun amal. Apabila niat itu rusak maka rusaklah seluruh amalannya. Sebagaimana sabda Rasulullah “Amal itu tergantug niatnya, dan seseorang akan mendapatkan apa yang diniatkan…” (2)

Imam Malik bin Dinar (wafat th.130 H) rahimahullah mengatakan,”Barangsi apa mencari ilmu bukan karena Allah Ta’ala maka ilmu itu akan menolaknya hingga ia dicari hanya karena Allah.”

2. Ingin Terkenal dan Ingin Tampil

Coba kita ingat mungkin terkadang saat kita belajar terbersit di hati kita “Supaya jadi rangking 1 atau jadi juara umum dan dikenal orang?? Ya, ingin terkenal dan ingin tampil adalah penyakit kronik. Tidak seorang pun yang bisa selamat darinya kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhana Wa Ta’ala. Hal itu lebih dikenal dengan sebutan riya. Rasulullah sangat mengkhawatirkan adanya penykit ini pada umatnya. Karena seringkali penyakit itu halus hingga muncul tanpa kita sadari, hingga Rasulullah mengibaratkan bahwa penyakit riya itu seperti semut hitam, di batu hitam pada malam yang gelap. Bayangkan, hampir tak kelihatan kan?? So, be careful…

Rasulullah bersabda,”….sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah kesyirikan dan syahwat tersembunyi.” (3)

Mahmud bin Ar-Rabi berkata : “syahwat yang tersembunyi maksudnya adalah seseorang ingin / senang apabila kebaikannya dipuji oleh orang lain. Hendaknya kita behati-hati terhadap penyakit ini, karena Allah memperingatkan dalam sebuah hadis yang disampaikan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassallam :

“Barangsiapa yang menyiarkan amalnya, maka Allah akan menyiarkan aibnya. Dan banrangsiapa yang beramal karena riya maka Allah akan membuka niatnya di hadapan manusia pada hari kiamat.” (4) Naudzubillahi mindzalik.

3. Lalai Menghadiri Majlis Ilmu

Jika kita tidak memanfaatkan majlis ilmu yang dibentuk dan pelajaran yang disampaikan, niscaya kita akan gigit jari sepenuh penyesalan. Kalau kebaikan yang ada di majlis ilmu hanya berupa ketenangan dan rahmat Allah yang meliputi mereka, maka dua alasan itu saja seharusnya sudah cukup sebagai pendorong untuk menghadirinya. Apalagi jika seseorang mengetahui bahwa orang yang menghadiri majlis ilmu –insyaAllah- mendapatkan dua keberuntungan, yaitu ilmu yang bermanfaat dan ganjaran pahala di akhirat!

4. Beralasan dengan banyaknya kesibukan

Alasan ini seringkali dijadikan syaitan sebagai alasan menjadi penghalang dalam menuntut ilmu. Coba dihitung, Allah memberikan kita 24 jam, 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk istirihat, masih ada 8 jam lagi… apa yang selama ini telah kita lakukan untuk memanfaatkan sisa waktu itu???

5. Menyia-nyiakan kesempatan belajar di waktu kecil.

Allah Ta’ala berfirman : ”Dan beribadahlah kepada Rabb-mu hingga datangnya kematian.” (QS.Al-Hijr : 99)
Karena itu, mari kita semua para remaja, maupun orang tua, laki-laki maupun wanita, kita bertaubat pada Allah Ta’ala atas apa yang telah luput dan berlalu. Sekarang, kita mulai menuntut ilmu, menghadiri majlis ta’lim, belajar dengan benar dan sungguh-sungguh dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya sebelum ajal tiba.

Ketika ditanya pada Imam Ahmad, ”Sampai kapankah seseorang harus menuntut ilmu?” Beliau pun menjawab ”sampai meninggal dunia.”

6. Bosan dalam menuntut ilmu

Diantara penghalang menuntut ilmu adalah merasa bosan dan beralasan dengan berkonsentrasi mengikuti peristiwa yang sedang terjadi. Ilmu yang kita cari seharusnya mendorong kita untuk mengetahui keadaan kita sendiri. Kita tidak akan bisa mengatasi berbagai masalah dan musibah yang menimpa kecuali dengan meletakkannya pada timbangan syariat. Seorang penyair mengatakan : ” Syariat adalah timbangan semua permasalahan dan saksi atas akar masalah dan pokoknya” (5)

Bosan itu adalah penyakit. Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan ada obatnya. Tidaklah musibah terjadi melainkan ada penyelesaiannya dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Oleh karena itu, kita harus melawan rasa bosan yang terkadang timbul saat kita belajar. Belajarlah sampai Anda mendapatkan nikmatnya ilmu.

7. Menilai Baik Diri Sendiri

Maksudnya adalah merasa bangga apabila dipuji dan merasa senang apabila mendengar orang lain memujinya.

Allah TA’ala berfirman : ”Maka janganlah kamu merasa dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm : 32)

8. Tidak Mengamalkan Ilmu

Tidak Mengamalkan Ilmu merupakan salah satu sebab hilangnya keberkahan ilmu. Allah Ta’ala benar-benar mencela orang yang melakukan ini dalam firmanNya : ”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan hal yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian Allah bahwa kamu mengatakan apa saja yang tidak kamu kerjakan (QS.Ash-Shaff : 3)

9. Putus Asa dan Rendah Diri

Allah berfirman : “Dan Allah mengeluarkankamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl : 78)

Putus Asa dan Rendah Diri adalah salah satu penghalang ilmu. Semua manusia diciptakan dalam keadaan sama yang tidak mengetahui sesuatu pun. Jangan merasa rendah diri dengan lemahnya kemampuan menghafal, lambat membaca atau cepat lupa.
Selain itu menjauhi maksiat adalah sebab paling utama dalam menguatkan hafalan dan memperoleh ilmu.

10. Terbiasa Menunda-Nunda

Yusuf bin Asbath rahimahullah mengatakan : ”Muhammad bin samurah pernah menulis surat kepadaku sebagai berikut : ” Wahai saudaraku janganlah sifat menunda-nunda menguasai jiwamu dan tertanam di hatimu karena ia membuat lesu dan merusak hati. Ia memendekkan umur kita, sedangkan ajal segera tiba… Bangkitlah dari tidurmu dan sadarlah dari kelalaianmu! Ingatlah apa yang telah engkau kerjakan, engkau perlekehkan, engkau sia-siakan, engkau hasilkan dan apa yang telah engkau lakukan. Sungguh semua itu akan dicatat dan dihisab sehingga seolah-olah engkau terkejut dengannya dan engkau sadar dengan apa yang telah engkau lakukan, atau menyesali apa yang telah engkau sia-siakan.” (6)

11. Belajar kepada Ahlul Bid’ah

Seorang penuntut ilmu tidak boleh belajar pada ahlul bid’ah karena ahlul bid’ah merasa ridha terhadap sesuatu yang menyelisishi agama Allah, seolah-olah ia mengatakan bahwa Allah Ta’ala belum menyempurnakan agama ini dan Rasulullah belum menyampaikan seluruh risalah.

12. Tergesa-gesa ingin memetik buah ilmu.

Seorang penuntut ilmu tidak boleh tergesa-gesa dalam usahanya memperoleh ilmu, karena belajar adalah proses seumur hidup. Terutama yang berkaitan dalam masalah agama tidak cukup dilakukan dalam waktu satu atau dua tahun belajar.
Imam Yahya bin Abi Katsir rahimahullah mengatakan,”Ilmu tidak bisa diperoleh dengan tubuh yang dimanjakan”

Imam Ibnu Madini rahimahullah mengatakan,”Dikataka n kepada Imam As-Sya’bi ’Darimana Anda peroleh semua ilmu ini?’ Beliau menjawab,’Dengan tidak bergantung pada manusia, menjelajahi berbagai negeri, bersabar seperti sabarnya benda mati, dan berpagi-pagi mencarinya seperti pagi-paginya burung gagak.”

Disarikan dari : Menuntut Ilmu Jalan Menuju Syurga, karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Pustaka At-Takwa : 1428 H)

Catatan Kaki:
Hadist Shahih, diriwayatkan oleh ahmad, abu Dawud, attirmidzi, Ibnu Majjah dan Ibnu Hibban [1]
hadist shahih riwayat Al-Bukhari [2]
hadist shahih riwayat Thabrani [3]
HR.Bukhari-shahih [4]
Ishlaahul Masaajid minal Bida’ wal Awaa’id hal.110, karya al-Allamah Muhammad bin Jamaluddin al-Qasimi rahimahullah [5]
dari Iqtida al-Ilmi al’amal [6]

December 16, 2009

Doa awal dan akhir tahun



DOA KHUSUS AKHIR TAHUN HIJRAH – 29 ZULHIJJAH


Doa Akhir Tahun

Segala puji hanya layak untuk ALLAH, TUHAN semesta alam. Selawat dan salam ke atas Saidina Muhammad dan juga keluarganya dan juga para sahabat seluruhnya. Ya ALLAH, apa-apa kami lakukan pada tahun ini yang sesetengahnya ENGKAU larang dari kami melakukannya sedangkan kami belum bertaubat, dan ENGKAU pun belum meredainya, walaupun ENGKAU belum mahu melupakannya, namun ENGKAU masih mengasihi kami setelah menghukum kami, dan ENGKAU masih menganjurkan kepada kami supaya bertaubat selepas kami melakukan maksiat, maka dengan ini kami memohon ampun, maka ampunilah kami. Dan manakala apa-apa kebaikan yang kami lakukan mendapat reda-MU, ENGKAU janjikan pula pahala untuk kami, maka dengan ini kami memohonnya kepada ENGKAU wahai TUHAN yang punyai ketinggian dan kemuliaan, terimalah apa-apa dari kami dan janganlah ENGKAU kecewakan harapan kami ini. Semoga ALLAH merahmati Saidian Muhammad dan kaum keluarganya, juga para sahabatnya. Dan sekali lagi ditegaskan segala puji hanya layak untuk ALLAH, TUHAN semesta alam.
* Doa ini dibaca sementara menanti waktu Maghrib pada malam 29 Zulhijjah.

DOA KHUSUS AWAL TAHUN HIJRAH – 1 MUHARRAM


Doa Awal Tahun

Segala puji hanya layak untuk ALLAH, TUHAN semesta alam. Selawat dan salam ke atas saidina Muhammad semulia-mulia Rasul dan kaum keluarganya, juga para sahabat seluruhnya. Ya ALLAH, ENGKAU-lah yang kekal, yang sedia ada dari awalnya lagi, dan ENGKAU-lah yang mempunyai limpah kurnia yang besar dan pemurah yang melimpahi, maka pada tahun yang baru menjelang ini, kami memohon benteng perlindungan dari gangguan syaitan yang direnjam dan pemimpinnya, juga tentera-tenteranya. Juga minta bantuan dari gangguan nafsu amarah yang sentiasa mengajak kepada kejahatan, dan dipohon pertolongan dengan apa-apa yang boleh mendekatkan aku kepada-MU wahai TUHAN yang punyai ketinggian dan kemuliaan, wahai TUHAN yang amat Mengasihi. Dan semoga ALLAH rahmati Saidina Muhammad, Nabi yang ummi dan kaum keluarganya, juga sahabatnya. Dan segala puji-pujian untuk TUHAN Semesta alam.
* Doa ini dibaca selepas Maghrib malam 1 Muharram. Sesiapa yang membaca doa ini, syaitan berkata, “Telah amanlah anak Adam ini daripada godaanku pada tahun ini kerana ALLAH telah mewakilkan dua Malaikat memeliharanya daripada fitnah syaitan.”

KELEBIHAN PUASA BULAN MUHARAM

Daripada Abi Hurairah Radiallahu anhu ia berkata, Rasulullah s.a.w telah bersabda : “Seafdhal – afdhal puasa selepas daripada bulan Ramadhan ialah puasa bulan Muharram”.

Daripada Ali bin Abi Talib Radiallahu anhu ia berkata : “Seorang lelaki bertanya kepadaku: Bulan apakah yang engkau mahu perintahkan kepadaku supaya aku berpuasa selepas bulan Ramadhan?”. Ali Radiallahu anhu berkata : Aku tidak pernah dengar seseorang yang bertanya tentang hal ini kecuali seorang lelaki yang aku dengar ia bertanya kepada Rasulullah s.a.w. pada hal aku sedang duduk di sisi Rasulullah s.a.w. maka lelaki itu bertanya kepada Rasulullah s.a.w. : Ya Rasullulah bulan apakah yang engkau nak perintah kepadaku supaya aku berpuasa selepas bulan Ramadhan? Rasulullah s.a.w. menjawab : Jika engkau mahu berpuasa selepas bulan Ramadhan maka puasalah pada bulan Maharram kerana sesungguhnya bulan itu adalah bulan Allah.

KELEBIHAN PUASA PADA HARI ASYURA’
Daripada Ibni Abbas Radiallahu anhuma berkata bahawa Rasulullah s.a.w. telah berpuasa pada hari Asyura’ dan memerintahkan manusia supaya berpuasa pada hari itu. Makna hari Asyura’ ialah hari yang kesepuluh daripada Muharram dan berpuasa pada hari itu adalah sunnat yang dituntuti kerana Allah menghapuskan dosa orang yang berpuasa setahun yang lalu kerana sesungguhnya hari itu adalah hari Muasawi. Dan berpuasa pada hari Arafah, Allah menghapuskan dosa orang yang berpuasa 2 tahun yang lalu kerana sesungguhnya hari itu adalah hari Muhammad. Pada asal kalimat, berpuasa pada sepuluh hari bulan Muharram adalah perintah wajib. Tetapi, kerana telah di nasakhkan menjadi sunnat, maka perintah puasa pada hari Asyura’ itu amatlah besar pahalanya.

Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a katanya: Ibnu Abbas r.a pernah ditanya mengenai masalah berpuasa pada hari Asyura. Beliau menjawab: Aku tidak pernah melihat Rasulullah s.a.w berpuasa sehari pada hari Asyura kerana mencari kelebihan iaitu fadhilat yang tidak ada pada hari-hari yang lain selain dari hari ini.

Daripada A’isyah Radiallahu anha ia berkata : Adalah hari Asyura’ itu satu hari yang telah berpuasa oleh orang Qurais pada zaman jahiliyyah dan adalah Rasulullah s.a.w. tiba di Madinah ia pun berpuasa pada hari itu dan ia memerintahkan manusia supaya berpuasa. Apabila puasa bulan Ramadhan telah di fardukan, maka puasa pada hari Asyura’ itu tidak menjadi wajib lagi dan mereka pun meninggalkan amalan berpuasa pada hari Asyura’. Maka barangsiapa menghendaki, hendaklah berpuasa dan barangsiapa tidak menghendaki bolehlah meninggalkannya.

Diriwayatkan daripada Abdullah bin Umar r.a katanya: Orang-orang jahiliah berpuasa pada hari Asyura. Rasulullah s.a.w dan orang-orang Islam, sebelum diwajibkan berpuasa bulan Ramadan, juga berpuasa pada hari tersebut. Setelah puasa Ramadan diwajibkan, Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya Asyura itu adalah hari-hari Allah. Sesiapa yang ingin berpuasa, berpuasalah dan sesiapa yang tidak ingin berpuasa, dibolehkan berbuka.
10 MUHARRAM (HARI ASYURA’) MENINGGALKAN BANYAK PERISTIWA SEJARAH DIANTARANYA:

1) Arasy, kurshi dan Syurga dicipta.
2) Langit, matahari, bulan, bintang dan bumi dicipta.
3) Nabi Adam dicipta dari tanah.
4) Nabi Adam dimasukkan ke dalam Syurga.
5) Taubat Nabi Adam diterima ALLAH.
6) Bahtera Nabi Nuh mendarat di bukit Judi.
7) Nabi Ibrahim keluar daripada api.
Penglihatan Nabi Yaakub pulih semula.
9) Nabi Yusuf keluar dari perigi.
10) Nabi Ayub sembuh daripada menderita penyakit kulit.
11) Nabi Musa selamat menyeberangi lautan sementara Firaun dan pengikut²nya tenggelam ke dalam lautan Merah.
12) Nabi Sulaiman dikurniakan semula kekuasaan (kerajaan).
13) Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan Nun.
14) Nabi Isa dilahirkan.
15) Nabi Isa diangkat kelangit.
16) Hujan turun buat kali pertama kalinya membasahi bumi.

IKTIBAR

Salam perjuangan buat para sahabat
Ana postkan artikel ini kerana Allah menjadikan peristiwa Isra’ Mikraj ini sebagai peringatan untuk sepanjang masa, bukannya sekadar diambil iktibar ketika tarikh peristiwa ini berlaku..Ini juga peringatan buat ana, seorang hamba Allah..

Perjalanan Nabi bersama dengan Malaikat Jibril menuju ke Baitul Muqaddis di Palestin telah menemukan Nabi Muhammad s.a.w dengan gambaran-gambaran seksaan di neraka. Antara beberapa gambaran utama yang perlu kita teliti sebagai peringatan buat semua pembaca ialah :

1. GOLONGAN YANG MEMUKUL KEPALA SENDIRI SEHINGGA PECAH
Keadaan:
~Selepas kepala pecah, kepala itu kembali sedia asal dan diulang lagi pukulan tersebut
~Ada yang mengatakan mereka memukul dengan menggunakan batu dan ada yang mengatakan menggunakan kayu.
Punca:
~orang yang meninggalkan sembahyang
~Ada kalanya mereka malas dan ada kalanya lalai serta sengaja melambatkan solat sehingga habis waktunya.
Kita mengetahui dalam peristiwa Isra dan Mikraj , Nabi Muhammad s.a.w menemui Allah dan diperintahkan untuk umat Muhammad solat 50 waktu sehari semalam. Setelah mendapat perintah tersebut, baginda turun dan bertemu dengan Nabi Musa a.s. Nabi Musa menasihati supaya memohon pengurangan jumlah solat tersebut kerana merasakan , umat Muhammad tidak mampu untuk menunaikannya.

Rasulullah naik bertemu Allah s.w.t memohon dikurangkan jumlah tersebut dan Allah mengurangkan sehingga 45 kali solat sahaja. Sekali lagi Nabi Musa a.s menasihati supaya jumlah itu dikurangkan. Rasulullah pun berulang naik bertemu Allah Taala memohon dikurangkan jumlah tersebut sehingga akhirnya diperintahkan solat lima waktu sehari semalam.
Hal ini menunjukkan kasihnya nabi kita Muhammad s.a.w dan Nabi Musa a.s kepada kita umat akhir zaman. Mereka sanggup ‘menebal’ muka merayu memohon kepada Allah supaya dikurangkan waktu solat. Begitu juga betapa pemurahnya Allah s.w.t kepada seluruh manusia yang memberi keringanan daripada 50 waktu kepada lima waktu solat sahaja.

Namun masih ramai yang tidak menunaikan solat. Dalam satu hadis nabi s.a.w bersabda, “ Barang siapa yang meninggalkan solat, dia akan bertemu Allah di akhirat kelak dalam keadaan Allah murka kepadanya.”


2. GOLONGAN YANG MAKAN DAGING BUSUK DAN MENTAH
Keadaan:
Baginda melihat sekumpulan manusia yang di hadapannya ada dua hidangan:
1. Hidangan daging yang dimasak dengan enak
2. Daging mentah yang busuk
Kelompok ini memakan daging mentah dan busuk.

Punca: penzina-penzina
~ketika di dunia mereka mempunyai isteri-isteri yang halal, namun tetap mencari perempuan lain untuk berzina. Begitu juga dengan isteri-isteri yang sudah mempunyai suami , namun tetap mencari dan meniduri lelaki-lelaki lain.

gambaran seksaan golongan yang berzina. Islam melarang kita mendekati zina. Segala perkara yang boleh menyebabkan zina seperti berdua-duaan, berpegang tangan lelaki dan wanita bukan muhrim, bercium , memandang sehingga syahwat dan berpakaian menolok mata, diharamkan kerana ia boleh membawa kepada zina.

Di dalam kitab zabur, diceritakan keadaan golongan ini. Di akhirat nanti, kemaluannya akan digantung sambil dipukul dengan besi. Apabila mereka menjerit kesakitan, Malaikat Zabaniyah berkata kepada mereka, mengapa kamu menjerit, sedangkan di dunia kamu ketawa keseronokan berzina.

Di dalam hadis Qudsi, Rasulullah s.a.w berfirman, “ Memandang wanita yang bukan muhrim adalah panah berbisa daripada iblis. Sesiapa yang meninggalkannya kerana Ku, nescaya aku gantikan dengan iman yang terasa manis di dalam hatinya,”

3. GOLONGAN YNAG MAKAN TANAMAN BERDURI DAN BATU-BATU PANAS.
KEADAAN:
~Memakai pakaian yang menutup kemaluan hadapan dan belakang sahaja.
~makan tumbuhan berduri dan buah-buah busuk.
~makan bara-bara api neraka dan batu-batu panas.

PUNCA : tidak menunaikan zakat ketika di dunia.
~mengumpul harta emas dan perak yang banyak
~enggan bayar zakat

Rasulullah memberitahu, pengumpul-pengumpul harta yang enggan bayar zakat, di akhirat kelak harta-harta itu akan menjadi kepingan-kepingan yang dipanaskan sehinggakan membuatkan mereka menderita kesakitan selama 50 ribu tahun. Selepas itu barulah mereka ditentukan untuk ke syurga atau ke neraka.

4. GOLONGAN YANG BERENANG DI SUNGAI DARAH DENGAN DILONTAR BATU

PUNCA: Golongan yang memakan riba ketika hidup dahulu.

Riba sekalipun bukan dosa sebagai satu dosa besar seperti zina atau membunuh, namun amalannya dilihat berleluasa. Justeru, sebahagian umat Islam merasa biasa apabila mengambil atau mengenakan riba. Sedangkan di sisi Allah, ia satu dosa besar. Gambaran berenang di lautan darah, diumpamakan sebagai peminum darah manusia.

5. GOLONGAN YANG MELETAKKAN BEBANAN KAYU DI ATAS BADANNYA.

KEADAAN:
~Bebanan itu ditambah lagi sehingga terbeban sedangkan dia tidak lagi mampu menanggung.

PUNCA: Golongan yang tidak menunaikan amanah ketika diberi amanah tetapi tetap mahu merebut amanah tersebut.

Hari ini orang berlumba-lumba untuk merebut jawatan. Sehingga ada yang sanggup merasuah, memfitnah, dan membunuh. Walhal, setiap pemenang amanah, akan disoal di akhirat kelak. Jika dia tidak amanah, maka buruk balasannya.

6. GOLONGAN YANG DIGUNTING LIDAH DAN BIBIR.

KEADAAN : Lidah itu tumbuh kembali dan digunting berulang-ulang kali.

PUNCA:
~mereka ialah ahli-ahli pidato yang membuat fitnah ketika di dunia.
~mereka berucap seolah-olah mengajak kepada kebaikan, namun dalam masa yang sama, menyebarkan fitnah demi membina kekuatan dan sokongan kepadanya.

7. GOLONGAN YANG MENGGARU MUKA DAN DADA DENGAN KUKU TEMBAGA.

KEADAAN: Mereka mencakar muka dan dada dengan kuku tembaga sehingga luka yang menyakitkan .

PUNCA: ~golongan yang mengumpat dan mendedahkan aib orang.
Rasulullah s.a.w bersabda, “ Siapa yang menjaga aib saudaranya di dunia, Allah akan menjaga aib saudaranya di dunia, Allah akan menjaga aibnya di akhirat.”

Demikianlah sebahagian peristiwa yang dilalui nabi Muhammad s.a.w di dalam perjalanannya (Israk) ke Baitul Muqaddis. Terdapat ratusan cerita dan pengajaran yang boleh diperoleh daripada peristiwa Isra’ dan Mikraj. Peristiwa yang dirakamkan ini harus di jadikan pedoman dan panduan ole manusia sehingga ke akhir zaman. Allah tidak jadikan peristiwa besar ini sia-sia melainkan untuk kepentingan manusia. Sekurang kurangnya sebagai peringatan buat yang lalai.

Diringkaskan daripada : Al-Islam, keluaran Julai 2009, oleh Mohd. Nasaie Ismail, ms 56, 57

HaNyA 30 JaM SuDaH PaNdAi MeMbAcA AL QURAN

Video bacaan Al Quran

fb

Total Pageviews

Ingatlah kata kata ku

Lihatlah di sekeliling kamu dan teguhkan pendirianmu; sepanjang hidup dan usiamu jangan mudah berputus harapan, senyum yang kau berikan dan air mata yang kau titiskan, simpan…jadikan tauladan; segala yang kau pandang dan dengar, simpan…buat pedoman
"...segala yang baik itu datang daripada Allah s.w.t, manakala kekurangan itu adalah kerana kelemahan diri ini sendiri... semoga kita sama-sama mendapat keberkatan dan keampunan daripada-Nya... Amin..."

Kata kata Ku

Aku faham bahawa dosa itu menghancurkan. Dosa menghancurkan harta, masa. aqal, hati, tenaga, keluarga dan segala-galanya. Hanya kerana sedikit keseronokan, manusia masih memilih untuk melakukan dosa walaupun kesan buruknya sangat besar sekali. Kenapa aku masih berdegil memilih dosa? Ntah berapa kali penyelesalan, kau masih melakukannya. Ya Allah, pimpinlah hambamu ini.
Aku tidak berdaya memimpin diriku ke jalan Mu tanpa pimpinanMu. Hanya kepadaMu, ku pohon doa.
"Sesungguhnya berjayalah orang yang setelah menerima peringatan itu berusaha membersihkan dirinya dengan taat dan amal soleh, Dan menyebut-nyebut dengan lidah dan hatinya akan Nama Tuhannya serta mengerjakan solat. Tetapi kebanyakan kamu utamakan kehidupan dunia, padahal kehidupan Akhirat lebih baik dan lebih kekal."- (Al-A`laa 14 - 17)

TRAFFIC

Get High Quality Traffic with LogiTRAFFIC

Assalammualaikum